HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2023

CERDAS SAJA TIDAK CUKUP, MELAINKAN HARUS BERKARAKTER

 Oleh: Intan Sirait, S.H., M.H.

(Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah)

Dunia pendidikan nasional tidak dapat dilepaskan dari perjuangan Ki Hajar Dewantara hingga hari lahirnya setiap tanggal 2 Mei kita peringati sebagai Hari Pendidikan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Perhatian Ki Hajar Dewantara untuk menempa anak-anak muda sekaligus menanamkan nasionalisme dilakukan melalui buah pena dalam berbagai tulisan/artikel di surat kabar maupun pendirian lembaga pendidikan Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922.

Pendidikan sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan tidak hanya sekedar bicara proses pembelajaran di bangku sekolah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang ataupun kelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui pengajaran atau pelatihan. Pendidikan meliputi banyak aspek, tidak hanya faktor akademis atau intelektual, melainkan juga karakter dan spiritual. Dengan bermodalkan pendidikan, generasi muda diharapkan mampu menganalisis setiap permasalahan yang dihadapinya, mencari solusi dan mengambil keputusan atas setiap permasalahan, dapat mengembangkan kepercayaan diri dalam menghadapi setiap tantangan di masa depan, sehingga dapat menghasilkan berbagai inovasi dalam berbasai aspek kehidupan tanpa terlepas dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.

Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara mendasarkan konsep pendidikan pada asas kemerdekaan yang berarti bahwa manusia diberi kebebasan oleh Tuhan yang Maha Esa untuk mengatur kehidupannya namun tetap sejalan dengan aturan yang ada di masyarakat. Jiwa yang merdeka sangat diperlukan sepanjang zaman agar bangsa Indonesia tidak didikte oleh negara lain. Konsep kemerdekaan ini digunakan dalam kurikulum baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, yakni program kebijakan Merdeka Belajar. Program ini diharapkan dapat memperbaiki aspek fisik, mental, jasmani dan rohani dalam dunia pendidikan.

Tema Hardiknas 2023 yang ditentukan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Menristekdikti) melalui Surat Nomor 12811/MPK.A/TU.02.03/2023 tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 adalah “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar“. Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama antara semua pihak yang terkait dalam dunia pendidikan seperti pemerintah, institusi pendidikan, keluarga, guru, dunia industri dan masyarakat. Jika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama dan mengambil bagian dalam reformasi pendidikan yang dilakukan pemerintah akan memberikan semangat positif dalam dunia pendidikan di Indonesia dan mendorong semangat mandiri, disiplin dan inovasi generasi muda dalam belajar.

Merdeka Belajar merupakan konsep pengembangan pendidikan di mana seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjadi agen perubahan (agent of change). Dengan demikian, konsep Merdeka Belajar merupakan pekerjaan rumah kita bersama. Setiap pemangku kepentingan harus dapat menjadi role model bagi generasi muda, sehigga mereka tidak hanya belajar meningkatkan kemampuan intelektual, melainkan juga mendapatkan pendidikan karakter melalui teladan dari para pemangku kepentingan sehingga anak-anak muda dapat belajar tentang kedisiplinan, cara-cara penyelesaian masalah, cara berkomunikasi, gambaran tentang tugas dan tanggung jawab yang melekat pada suatu profesi, dan belajar bagaimana membangun suatu kerjasama dalam suatu teamwork. Hal-hal tersebut tidak semua dapat diajarkan di bangku sekolah secara sempurna, melainkan dipelajari langsung melalui pengamatan dan pengalaman dalam kehidupan di keluarga dan masyarakat.

Menjadi agent of change dan role model bagi generasi muda tersebut sesuai dengan ajaran Ki Hajar Dewantara yang menerapkan 3 semboyan sebagai berikut:

  1. Ing ngarso sung tulodho, artinya ketika di depan kita harus memberi contoh atau suri teladan bagi mereka yang berada di tengah dan belakang;
  2. Ing madyo mangun karso, artinya ketika di tengah kita harus bisa memberikan semangat untuk kemajuan;
  3. Tut wuri handayani, artinya ketika di belakang kita harus mampu memberikan dorongan.

Dengan demikian kita mendidik generasi muda bukan hanya sekedar mengejar kecerdasan intelektual saja, melainkan agar mereka memiliki karakter yang baik sehingga apa yang dilakukannya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bangsanya dan dunia, sebagaimana yang dinyatakan oleh Ki Hajar Dewantara, “Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya.”

Pentingnya pendidikan bagi suatu bangsa juga dapat dilihat dari besarnya anggaran pendidikan yang digelontorkan oleh pemerintah. Tahun 2023, Pemerintah Indonesia menetapkan anggaran pendidikan hingga Rp 612,2 Triliun, meningkat 5,8% dari pembiayaan sebelumnya sebesar Rp 574,9 Triliun. Dari jumlah tersebut digunakan untuk belanja pemerintah pusat sebesar Rp 237,1 Triliun. Di antaranya untuk Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 20,1 juta siswa juga Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah kepada 994,3 ribu mahasiswa. Selain itu, ada tunjangan profesi guru untuk 553,5 ribu guru non PNS. Sementara itu alokasi transfer daerah Rp 305,6 Triliun untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 43,7 juta siswa, ada juga Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kepada 6,2 juta siswa, dan BOP Pendidikan kesetaraan untuk 806 ribu peserta didik. Sisanya, Rp 69,5 Triliun untuk dana abadi pendidikan, penelitian, perguruan tinggi, dan kebudayaan.

Sangat disayangkan jika anggaran pendidikan yang sangat besar ini tidak kita kawal bersama agar digunakan sesuai peruntukannya, tepat guna dan tepat sasaran bagi kemajuan generasi muda. Berdasarkan riset Indonesian Corruption Watch, kerugian negara di sektor pendidikan mencapai Rp 1,6 Triliun pada periode 2007-2021. Riset itu menyebutkan terdapat 240 kasus korupsi pendidikan yang ditindak oleh aparat penegak hukum dari Januari 2016 hingga September 2021. Berdasarkan kajian ICW dari 240 kasus korupsi sektor pendidikan terdapat 52 kasus berkaitan dengan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bentuk korupsi lainnya adalah terkait pembangunan infrastruktur dan pengadaan barang dan jasa non infrastruktur. Hal ini menyangkut pengadaan buku, arsip sekolah, perangkat TIK untuk e-learning, pengadaan tanah untuk pembangunan fasilitas pendidikan, dan lainnya. Sejumlah 124 kasus terdapat dalam ranah Dinas Pendidikan dan sekolah dengan kerugian negara mencapai Rp 225,2 Miliar.

Tanggung jawab untuk mengawal penggunaan anggaran pendidikan tidak hanya menjadi beban aparat penegak hukum, melainkan juga institusi pendidikan, guru, siswa/mahasiswa, orang tua, pemerintah dan masyarakat. Bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan jika korupsi dalam sektor pendidikan marak terjadi. Selain itu, pendidikan karakter macam apa yang dapat kita berikan jika tidak dapat menghindari dan memberantas perilaku korupsi. Menurut Nelson Mandela, “Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia karena dengan pendidikan, kamu dapat mengubah dunia”. Untuk mengubah dunia ke arah yang lebih baik tidak cukup menekankan pendidikan hanya soal intelektual. Cerdas saja tidak cukup, melainkan juga harus berkarakter, yaitu karakter yang memiliki integritas, karakter yang dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, karakter yang kuat menghadapi setiap tantangan, termasuk pula karakter yang anti korupsi. Merdekakan anak-anak kita dalam belajar, termasuk belajar nilai-nilai kehidupan melalui lingkungan sekitarnya.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2023. Belajar tanpa berpikir itu tidaklah berguna, tapi berpikir tanpa belajar itu sangatlah berbahaya (Ir. Soekarno). Ilmu yang banyak, jika tidak digunakan dengan semestinya pada akhirnya tidak akan menimbulkan manfaat apa pun, sedangkan berpikir tanpa adanya ilmu yang melandasinya, dapat menimbulkan berbagai masalah. Mari Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar!

 

 

*****

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content